Dalam Diam, Aku tetap Mengingatmu

17 Sep

sekarang aku terdiam. Dulu aku juga terdiam, sekarang terdiam, dan di waktu yang akan datang aku tetap akan terdiam. Aku selalu terdiam membisu membeku.

Mungkinkah aku bisa mengucapkan satu kata yang selama ini selalu di elu-elukan oleh manusia? kata “cinta”. dalam kebisuanku, aku merasakan cinta. Tapi aku tak pernah bisa mengatakannya. aku cinta kau. kau menemaniku dalam diamku. Hariku bisu, tapi aku merasakan keramaian ketika kau menemaniku. Disini, di hatiku, di napasku, dalam aliran darahku.

Aku bisu, tapi aku mampu mengungkapkan segala perasaanku lewat tulisan yang mungkin akan dibaca manusia-manusia yang menyempatkan diri untuk berkunjung ke tempatku. Karena siapa? Karena kau yang mengajarkanku untuk menuliskannya. kau selalu bilang padaku,

“Yang terucap akan sirna, yang tertulis akan abadi. Jangan pernah salahkan dirimu karena harimu penuh kebekuan akan kata-kata. Tapi, yang aku tahu, hatimu tak pernah beku akan kata-kata. kita akan menulis bersama.”, itu katamu yang selalu memberiku semangat bahwa tuhan selalu adail dalam setiap hal. Aku tahu itu kini. Darimu. Mungkin hanya kau yang mampu memahami setiap kata apa yang ingin kuucap. kau selalu mampu mengartikannya hany lewat bahasa isyarat yang selalu kuperagakan didepanmu, hanya di depanmu karena aku tahu percuma saja berusaha untuk membuat semua orang mengerti apa yang ingin kukatakan. Hanya kau yang mengerti. segala kata. Tapi ada satu kata yang sampai saat ini kau belum juga mengerti apa itu? Cinta. Kau tdak pernah mengajarkanku bagaimana mengucapkan kata cinta melalui sebuah isyarat. aku tak pernah tahu.

 

Iklan
Gambar

lorong panjang hidupku

17 Sep

lorong panjang hidupku

Hello world!

12 Sep

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!